Aku benci tempat kelahiranku, bukan karena bangunan ataupun tata kotanya tapi karena aku membenci sikap manusia yang tinggal di daerah ini. Mereka sombong, egois, dan selalu hidup berkubu. MUAK! Itu rasanya tinggal disini, ingin sekali aku pergi dari tempat ini dan membangun rumah sendiri di tempat yang tak jauh berbeda dari mimpiku yang selama ini aku impikan dan tinggal di lingkungan orang-orang baik yang ramah dan saling menghargai satu sama lain. Namun terkutuknya, aku masih terikat ditempat ini sampai 4 tahun kedepan.
Buta! Mungkin itu sebutan yang cocok untuk mereka yang selalu menilai orang dari fisiknya, bukan dari kepribadiannya dan kemampuannya. Orang jahat sangat di puja, sedangkan orang baik selalu ditindas, apa dunia ini sudah terbalik? Ini fakta yang selalu aku temui disini.
Angin menerpaku lebih kencang, petir mulai menyambar dan aku sangat menikmati suaranya, itu lebih baik dari perkataan pedas yang keluar dari mulut kotor itu. Bunyi petir seakan membalas perkataan yang masih terbayang selalu di benakku. Ingin aku teriak sekeras mungkin untuk melegakan hati ini. Semua kebencian dan dendam ku kunci rapat. Aku hanya bisa berdoa kepada-Nya, suatu saat karma akan menyadarkan mereka.
Memang benar hidup penuh warna, dan warna kehidupan setiap orang pasti berbeda. That’s why I loved the dark clouds, because the color. Warna yang cocok untuk menggambarkan hidupku.
It’s numb, but I try to warm myself. Life is sucks, but I tried to enjoy it like usually. People are fake but I’ll be myself. Nothing that I can do, keep calm and stay strong. Do something better than before to make a perfect future.
![]() |
| sometimes pretend is good |


Komentar
Posting Komentar