That's why I loved the dark clouds

          Kisah hidup setiap orang tak pernah sama, meskipun mereka selalu bersama tapi sesuatu yang mereka lakukan berbeda. Pandangan kosong menatap langit kelabu yang amat ku suka. Tenggelam menikmati awan gelap yang mungkin dianggap menyeramkan bagi sebagian orang, namun lain bagiku awan gelap jauh lebih indah dari awan lainnya. Seluruh bebanku terasa hilang sejenak saat angin menerpaku, dinginnya hampir menyamai dingin hatiku, dan kelamya menyamai kehidupanku yang tak pernah berjalan indah seperti yang aku inginkan. Pikiranku melayang seperti memutar film pendek kehidupanku dan hati kecilku berkata pada diriku sendiri.

          Aku benci tempat kelahiranku, bukan karena bangunan ataupun tata kotanya tapi karena aku membenci sikap manusia yang tinggal di daerah ini. Mereka sombong, egois, dan selalu hidup berkubu. MUAK! Itu rasanya tinggal disini, ingin sekali aku pergi dari tempat ini dan membangun rumah sendiri di tempat yang tak jauh berbeda dari mimpiku yang selama ini aku impikan dan tinggal di lingkungan orang-orang baik yang ramah dan saling menghargai satu sama lain. Namun terkutuknya, aku masih terikat ditempat ini sampai 4 tahun kedepan.

          Buta! Mungkin itu sebutan yang cocok untuk mereka yang selalu menilai orang dari fisiknya, bukan dari kepribadiannya dan kemampuannya. Orang jahat sangat di puja, sedangkan orang baik selalu ditindas, apa dunia ini sudah terbalik? Ini fakta yang selalu aku temui disini.

          Angin menerpaku lebih kencang, petir mulai menyambar dan aku sangat menikmati suaranya, itu lebih baik dari perkataan pedas yang keluar dari mulut kotor itu. Bunyi petir seakan membalas perkataan yang masih terbayang selalu di benakku. Ingin aku teriak sekeras mungkin untuk melegakan hati ini. Semua kebencian dan dendam ku kunci rapat. Aku hanya bisa berdoa kepada-Nya, suatu saat karma akan menyadarkan mereka.



          Air pun mulai berjatuhan dari langit, gerimis! Ya aku lebih suka gerimis daripada hujan. Gerimis semakin deras! Yup hujan. Suara rinai hujan seakan menutup telingaku dari bisingnya kota ini. Derasnya air hujan seakan mewakili air mataku yang tertahan. Pikiranku masih terus memutar film pendek itu, setiap kejadian terputar secara teratur. Sungguh, ingin rasanya aku menangis namun hati kecilku berkata, “kamu harus kuat! Kalau kamu lemah kamu akan terus menjadi sasaran empuk buat mereka. Bangkitlah! Jadi dirimu sendiri dan tunjukkan pada mereka kalau kamu bisa menjadi lebih dari mereka dengan caramu sendiri”. Aku mengambil nafas panjang dan berusaha menarik setiap sudut bibirku ke atas. Aku mulai untuk berfikir positif, walau aku tau pikiran positif hanya menipu diri sendiri agar terhindar dari rasa kecewa. Namun tak ada lagi yang bisa kulakukan selain itu, walau bagaimanapun hidup akan terus berlanjut, waktu akan terus berjalan.

          Memang benar hidup penuh warna, dan warna kehidupan setiap orang pasti berbeda. That’s why I loved the dark clouds, because the color. Warna yang cocok untuk menggambarkan hidupku.


          It’s numb, but I try to warm myself. Life is sucks, but I tried to enjoy it like usually. People are fake but I’ll be myself. Nothing that I can do, keep calm and stay strong. Do something better than before to make a perfect future.

sometimes pretend is good

Komentar