Dear Dark Clouds,

Aku selalu menyukai musim dimana kau akan hadir disepanjang hariku. Aku merasa bahagia bila melihatmu, bulan ini, ya! Aku sangat bahagia bulan ini karena kau selalu di langitku, menemaniku sepanjang hari, menebar kesejukkan dimana-mana, menutup teriknya matahari.

Aku merasa hidup saat melihatmu, aku sangat beruntung karena hanya dengan melihatmu di sana aku merasakan sejuk di hatiku yang membangunkannya dari kematian. Ya! Selama ini aku merasakan kehidupan mati. Sejak itu aku tak memiliki hati yang hangat. Lingkungan ini yang membuat hatiku terasa mati. Ya! Kota ini. Aku sangat benci, mendengar nama kota ini saja sudah membuatku muak. Kota yang menjenuhkan dengan penduduk yang egois dan individualistis. Itu yang membuatku tambah malas untuk perduli dengan keadaan di sekitarku.

Hati ini menjadi dingin sejak 5 tahun yang lalu, saat dia menghilang. Sakit! Aku benar-benar mencintainya saat itu, dia mewarnai setiap hariku. Aku benar-benar merasa hidup saat hati ini memiliki rasa yang indah itu. Bodoh! Bodoh karena aku menyukai dia, orang yang tak pernah menghargai sedikitpun perasaanku, bahkan aku rela menunggunya lagi setelah kepergiannya. Ia datang lagi 2 tahun yang lalu, disaat aku sudah mulai lupa dengannya dan rasa yang dulu ku punya sudah tidak sehangat dulu. Dia datang kemudian pergi lagi dan menghilang. Itu membuatku sangat sakit, tapi aku telah memaafkan setiap perbuatannya kepadaku meski masih ada bekas luka di hatiku dan kini luka itu telah mengering dan membuat seluruh hatiku lebih dingin dari sebelumnya.

Aku sadar selama ini aku hanya mengejar cinta, aku hidup karena rasa indahnya yang mendalam, namun saat dia pergi hatiku terasa hancur. Aku akui aku sangat bodoh karena mengejar cinta yang sebenarnya tidak ada. Rasanya seperti aku berlari dan terus berlari untuk mengejar bayangan dan saat aku lelah aku berhenti dan menoleh kebelakang, aku tak mendapatkan apa-apa. Aku kira aku telah menemukan arti dari cinta sejati namun aku salah, aku belum pernah menemukannya.

Hatiku memang terasa dingin karenanya tapi bukan berarti sikapku juga akan berubah menjadi dingin. Aku berusaha untuk membuang rasa sakit yang dulu aku rasakan, aku mulai untuk belajar hidup kembali tanpa ada cinta di hatiku. Memang terasa sedikit aneh, hati ini terasa amat sangat kosong. Namun aku berusaha untuk meyakinkan diriku kalau bukan hanya aku yang pernah merasakan hal seperti ini. Aku mulai bangkit dari keterpurukanku, bahkan aku mencoba membuka hatiku.

Kini semua telah berubah, aku hanya menganggapnya sebagai teman biasa, bahkan rasa yang dulu pernah ada telah lenyap seiring berjalannya waktu. Aku mulai memperbaiki hubungan dengannya, dan sekarang sikapnya telah berubah. Hal yang baru aku pelajari adalah tidak mengungkit masa lalu yang hanya akan membuat hancur kehidupan yang akan datang. Biarkan itu menjadi sebuah sejarah didalam hidupku, dan sejarah hanyalah sebuah cerita, mereka tidak akan terulang kembali.

Aku memang merasa mati selama beberapa tahun terakhir, tapi kini aku mulai hidup kembali dengan kendali penuh dari masa lalu. Benar-benar pelajaran yang sangat berharga dalam hidupku tentang bagaimana aku harus bersikap dengan cinta.

Memang sekarang aku seperti berdiri sengan satu kaki, namun aku tetap bertahan karena beberapa alasan. Cinta, mungkin nanti aku akan menemukan arti darimu, tapi jika aku tidak menemukannya aku akan mengartikanmu dengan pendapatku sendiri.

Komentar